Mengenal Lebih Dekat
Profil Desa
Kedungdowo
Menjaga tradisi warisan leluhur sambil terus melangkah maju dengan inovasi berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat di jantung Boyolali.
Lokasi & Wilayah
Desa Kedungdowo merupakan salah satu dari 16 desa di Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, yang terletak kurang lebih 2 km ke arah Timur dari pusat kecamatan. Desa ini memiliki wilayah seluas 295.569 Ha dengan iklim tropis khas Indonesia yang mendukung sektor pertanian.
Struktur Wilayah
Pembagian Dusun
mapPeta Lokasi Balai Desa
Arah Pembangunan
Visi & Misi
Visi
“Terwujudnya Desa Kedungdowo yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera berbasis Pertanian dan Gotong Royong.”
Misi
- 1
Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
- 2
Membangun infrastruktur desa yang memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
- 3
Mengembangkan potensi pertanian dan UMKM sebagai pilar perekonomian desa.
- 4
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
- 5
Melestarikan nilai-nilai budaya, keagamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.
Warisan Leluhur
Jejak Sejarah Desa
Berdirinya Desa Kedungdowo tidak terlepas dari Kraton Surakarta Hadiningrat pada masa Periode ke IV. Seorang penghulu kraton bernama Kyai Dul Jalal Awal mengembangkan misi dakwah Islamiyah dan menetap di sebuah hutan yang dinamakan Alas Jogo Paten.
Pada suatu pagi hari, Kyai Dul Jalal Awal mengumandangkan adzan Subuh yang sampai terdengar oleh Ratu Samber Nyowo. Atas izin Allah SWT, Ratu Samber Nyowo mengijinkan beliau bertempat tinggal di Alas Jogo Paten, yang kemudian menjelma menjadi Dukuh Kalioso, Kabupaten Karanganyar.
Putra beliau, Kyai Rusdi, melanjutkan syiar Islam ke wilayah utara dan menikah dengan Nyai Sahdilah, putri sesepuh Jatisari, Kyai Singgo Manggolo. Dari sinilah berkembang syiar Islam di Dukuh Jatisari dan sekitarnya.
Warga dari beberapa dukuh — Kedungdowo, Kedungori Banyurip, Tempursari, Kadirno, Kedunglengkong, Banyurip, Tangkil, Belik, Wonosari — bermusyawarah membentuk sentral pemerintahan dan menunjuk Reso Wijoyo sebagai Lurah pertama pada tahun 1932.
Nama "Kedungdowo" berasal dari faktor geografis — desa ini dikelilingi oleh sungai (kedung yang dowo / panjang), memberikan identitas agraris yang kuat berkat ketersediaan air yang melimpah.
Kepala Desa
historyReso Wijoyo
1932 – 1959
Ramto Sastro
1959 – 1987
Marto Sutomo
1987 – 1992
Yuwaningsih
1992 – 1997
Marno
1997 – 2007
Marno
2007 – 2013
Suyadi
2013 – 2019
Suyadi
2019 – sekarang
Data Kependudukan
Demografi Penduduk
Data statistik penduduk yang selalu diperbarui secara berkala oleh pemerintah desa.
Total Penduduk
3.368JiwaKepala Keluarga
1.168KKLaki-laki
1.765Perempuan
1.603Agama
- Islam3.362
- Kristen6
Tingkat Pendidikan
- Belum/Tidak Sekolah968
- Perguruan Tinggi61
- SD1.024
- SMA/SMK691
- SMP626
Mata Pencaharian
- Buruh Harian Lepas50
- Buruh Tani415
- Karyawan Swasta511
- Lain-lain56
- Pegawai Negeri17
- Pensiunan25
- Dan 3 profesi lainnya...
Pembangunan & Kesejahteraan
Sosial & Ekonomi
Membangun kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya desa yang transparan.
Basis Ekonomi Utama
Perekonomian didorong oleh hasil bumi sektor pertanian. Pembangunan desa didukung oleh kemandirian finansial melalui pilar utama:
Kesejahteraan KK
Ketenagakerjaan
Angkatan Kerja
2.010Usia 15–55 Tahun
Belum Bekerja
408Orang
Kelembagaan Aktif
Motor penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa.
Infrastruktur
Sarana & Prasarana
Fasilitas umum pendukung kualitas hidup masyarakat yang dibangun dan dirawat dengan semangat swadaya dan gotong royong.
Pendidikan
- PAUD / TK2
- SD / MI3
- TPA / TPQ / Madin7
Kesehatan
- Bidan Desa1
- Polindes1
- Posyandu6
Fasilitas Publik
- Lapangan Olahraga4
- Tempat Ibadah16