Mohon Tunggu
Menyiapkan Halaman
Menyiapkan Halaman
Mengenal Lebih Dekat
Menjaga tradisi warisan leluhur sambil terus melangkah maju dengan inovasi berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat di jantung Boyolali.
Desa Kedungdowo merupakan salah satu dari 16 desa di Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, yang terletak kurang lebih 2 km ke arah Timur dari pusat kecamatan. Desa ini memiliki wilayah seluas 295.569 Ha dengan iklim tropis khas Indonesia yang mendukung sektor pertanian.
Struktur Wilayah
Arah Pembangunan
“Terwujudnya Desa Kedungdowo yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera berbasis Pertanian dan Gotong Royong.”
Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
Membangun infrastruktur desa yang memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Warisan Leluhur
Berdirinya Desa Kedungdowo tidak terlepas dari Kraton Surakarta Hadiningrat pada masa Periode ke IV. Seorang penghulu kraton bernama Kyai Dul Jalal Awal mengembangkan misi dakwah Islamiyah dan menetap di sebuah hutan yang dinamakan Alas Jogo Paten.
Pada suatu pagi hari, Kyai Dul Jalal Awal mengumandangkan adzan Subuh yang sampai terdengar oleh Ratu Samber Nyowo. Atas izin Allah SWT, Ratu Samber Nyowo mengijinkan beliau bertempat tinggal di Alas Jogo Paten, yang kemudian menjelma menjadi Dukuh Kalioso, Kabupaten Karanganyar.
Putra beliau, Kyai Rusdi, melanjutkan syiar Islam ke wilayah utara dan menikah dengan Nyai Sahdilah, putri sesepuh Jatisari, Kyai Singgo Manggolo. Dari sinilah berkembang syiar Islam di Dukuh Jatisari dan sekitarnya.
Warga dari beberapa dukuh — Kedungdowo, Kedungori Banyurip, Tempursari, Kadirno, Kedunglengkong, Banyurip, Tangkil, Belik, Wonosari — bermusyawarah membentuk sentral pemerintahan dan menunjuk Reso Wijoyo sebagai Lurah pertama pada tahun 1932.
Nama "Kedungdowo" berasal dari faktor geografis — desa ini dikelilingi oleh sungai (kedung yang dowo / panjang), memberikan identitas agraris yang kuat berkat ketersediaan air yang melimpah.
Data Kependudukan
Data statistik penduduk yang selalu diperbarui secara berkala oleh pemerintah desa.
Total Penduduk
3.368JiwaKepala Keluarga
1.168KKLaki-laki
1.765Perempuan
1.603Pembangunan & Kesejahteraan
Membangun kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya desa yang transparan.
Perekonomian didorong oleh hasil bumi sektor pertanian. Pembangunan desa didukung oleh kemandirian finansial melalui pilar utama:
Infrastruktur
Fasilitas umum pendukung kualitas hidup masyarakat yang dibangun dan dirawat dengan semangat swadaya dan gotong royong.
Mengembangkan potensi pertanian dan UMKM sebagai pilar perekonomian desa.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
Melestarikan nilai-nilai budaya, keagamaan, dan semangat gotong royong masyarakat.
Reso Wijoyo
1932 – 1959
Ramto Sastro
1959 – 1987
Marto Sutomo
1987 – 1992
Yuwaningsih
1992 – 1997
Marno
1997 – 2007
Marno
2007 – 2013
Suyadi
2013 – 2019
Suyadi
2019 – sekarang
Angkatan Kerja
2.010Usia 15–55 Tahun
Belum Bekerja
408Orang
Motor penggerak kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa.